Logo Kementerian Agama RI

10:38 AM Add Comment
Dengan banyaknya beredar Logo Kementerian Agama RI yang berbeda-beda di internet membuat saya ingin membuat logo ini berdasarkan makna logo yang diambil dari situs resmi (official) Kementerian Agama RI. Mungkin hasilnya masih jauh dari yang diharapkan dan masih banyak kekurangannya, saya mohon pengunjung blog ini bisa memberi masukan berikut penilaian supaya hasilnya menjadi lebih baik.

Logo Kementerian Agama Republik Indonesia
#logo

Sekilas Kementerian Agama RI

Kementerian Agama Republik Indonesia (disingkat Kemenag RI, dahulu Departemen Agama Republik Indonesia, disingkat Depag RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan agama. Kementerian Agama dipimpin oleh seorang Menteri Agama (Menag)

Sejarah

Realitas politik menjelang dan masa awal kemerdekaan menunjukkan bahwa pembentukan Kementerian Agama memerlukan perjuangan tersendiri. Dalam rapat besar (sidang) Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), tanggal 11 Juli 1945 Mr. Muhammad Yamin mengusulkan perlu diadakannya kementerian yang istimewa, yaitu yang berhubungan dengan agama yakni Kementerian Islamiyah yang menurutnya memberi jaminan kepada umat Islam (masjid, langgar, surau, wakaf) yang di tanah Indonesia dapat dilihat dan dirasakan artinya dengan kesungguhan hati. Tetapi usulnya tentang ini tidak begitu mendapat sambutan.

Pada waktu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melangsungkan sidang hari Minggu, 19 Agustus 1945 untuk membicarakan pembentukan kementerian/departemen, usulan tentang Kementerian Agama tidak disepakati oleh anggota PPKI. Hanya enam dari 27 Anggota PPKI yang setuju didirikannya Kementerian Agama. Beberapa anggota PPKI yang menolak antara lain: Johannes Latuharhary mengusulkan kepada rapat agar masalah-masalah agama diurus Kementerian Pendidikan. Abdul Abbas seorang wakil Islam dari Lampung, mendukung usul agar urusan agama ditangani Kementerian Pendidikan. Iwa Kusumasumatri, seorang nasionalis dari Jawa Barat, setuju gagasan perlunya Kementerian Agama tetapi karena pemerintah itu sifatnya nasional, agama seharusnya tidak diurus kementerian khusus. Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan Taman Siswa, lebih suka urusan-urusan agama menjadi tugas Kementerian Dalam Negeri. Dengan penolakan beberapa tokoh penting ini, usul pembentukan Kementerian Agama akhirnya ditolak.

Keputusan untuk tidak membentuk Kementerian Agama dalam kabinet Indonesia yang pertama, menurut B.J. Boland, telah meningkatkan kekecewaan orang-orang Islam yang sebelumnya telah dikecewakan oleh keputusan yang berkenaan dengan dasar negara, yaitu Pancasila, dan bukannya Islam atau Piagam Jakarta.

Ketika Kabinet Presidensial dibentuk di awal bulan September 1945, jabatan Menteri Agama belum diadakan. Demikian halnya, di bulan Nopember, ketika kabinet Presidential digantikan oleh Kabinet Parlementer di bawah Perdana Menteri Sjahrir. Usulan pembentukan Kementerian Agama pertama kali diajukan kepada BP-KNIP (Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat) pada tanggal 11 Nopember 1946 oleh K.H. Abudardiri, K.H. Saleh Suaidy, dan M. Sukoso Wirjosaputro, yang semuanya merupakan anggota KNIP dari Karesidenan Banyumas. Usulan ini mendapat dukungan dari Mohammad Natsir, Muwardi, Marzuki Mahdi, dan Kartosudarmo yang semuanya juga merupakan anggota KNIP untuk kemudian memperoleh persetujuan BP-KNIP.

Kelihatannya, usulan tersebut kembali dikemukakan dalam sidang pleno BP-KNIP tanggal 25-28 Nopember 1945 bertempat di Fakultas Kedokteran UI Salemba. Wakil-wakil KNIP Daerah Karesidenan Banyumas dalam pemandangan umum atas keterangan pemerintah kembali mengusulkan, antara lain; Supaya dalam negara Indonesia yang sudah merdeka ini janganlah hendaknya urusan agama hanya disambillalukan dalam tugas Kementerian Pendidikan, Pengajaran & Kebudayaan atau departemen-departemen lainnya, tetapi hendaknya diurus oleh suatu Kementerian Agama tersendiri.

Usul tersebut mendapat sambutan dan dikuatkan oleh tokoh-tokoh Islam yang hadir dalam sidang KNIP pada waktu itu. Tanpa pemungutan suara, Presiden Soekarno memberi isyarat kepada Wakil Presiden Mohamad Hatta, yang kemudian menyatakan, bahwa Adanya Kementerian Agama tersendiri mendapat perhatian pemerintah. Sebagai realisasi dari janji tersebut, pada 3 januari 1946 pemerintah mengeluarkan ketetapan NO.1/S.D. yang antara lain berbunyi: Presiden Republik Indonesia, Mengingat: Usul Perdana Menteri dan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat, memutuskan: Mengadakan Departemen Agama.

Pengumuman berdirinya Kementerian Agama disiarkan oleh pemerintah melalui siaran Radio Republik Indonesia. Haji Mohammad Rasjidi diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri Agama RI Pertama. H.M. Rasjidi adalah seorang ulama berlatar belakang pendidikan Islam modern dan di kemudian hari dikenal sebagai pemimpin Islam terkemuka dan tokoh Muhammadiyah. Rasjidi saat itu adalah menteri tanpa portfolio dalam Kabinet Sjahrir. Dalam jabatan selaku menteri negara (menggantikan K.H.A.Wahid Hasjim), Rasjidi sudah bertugas mengurus permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam.

Kementerian Agama mengambil alih tugas-tugas keagamaan yang semula berada pada beberapa kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri, yang berkenaan dengan masalah perkawinan, peradilan agama, kemasjidan dan urusan haji; dari Kementerian Kehakiman, yang berkenaan dengan tugas dan wewenang Mahkamah Islam Tinggi; dari Kementerian Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan, yang berkenaan dengan masalah pengajaran agama di sekolah-sekolah.

Keputusan dan penetapan pemerintah ini dikumandangkan di udara oleh RRI ke seluruh dunia, dan disiarkan oleh pers dalam, dan luar negeri, dengan H. Rasjidi BA sebagai Menteri Agama yang pertama Pembentukan Kementerian Agama segera menimbulkan kontroversi di antara berbagai pihak. Kaum Muslimin umumnya memandang bahwa keberadaan Kementerian Agama merupakan suatu keharusan sejarah dan merupakan kelanjutan dari instansi yang bernama Shumubu (Kantor Urusan Agama) pada masa pendudukan Jepang, yang mengambil preseden dari Het Kantoor voor Inlandsche Zaken (Kantor untuk Urusan Pribumi Islam pada masa kolonial Belanda. Bahkan sebagian Muslim melacak eksistensi Kementerian Agama ini lebih jauh lagi, ke masa kerajaan-kerajaan Islam atau kesultanan, yang sebagiannya memang memiliki struktur dan fungsionaris yang menangani urusan-urusan keagamaan.

Makna Logo Kementerian Agama Ri

Bintang bersudut lima yang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila, bermakna bahwa karyawan Kementerian Agama selalu menaati dan menjunjung tinggi norma-norma agama dalam melaksanakan tugas Pemerintahan dalam Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

17 kuntum bunga kapas, 8 baris tulisan dalam Kitab Suci dan 45 butir padi bermakna Proklamasi Kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, menunjukkan kebulatan tekad para Karyawan Kementerian Agama untuk membela Kemerdekaan Negara Kesatuan republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Butiran Padi dan Kapas yang melingkar berbentuk bulatan bermakna bahwa Karyawan Kementerian Agama mengemban tugas untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur dan merata.

Kitab Suci bermakna sebagai pedoman hidup dan kehidupan yang serasi antara kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, materil dan spirituil dengan ridha Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

Alas Kitab Suci bermakna bahwa pedoman hidup dan kehidupan harus ditempatkan pada proporsi yang sebenarnya sesuai dengan potensi dinamis dari Kitab Suci.

Kalimat “Ikhlas Beramal” bermakna bahwa Karyawan Kementerian Agama dalam mengabdi kepada masyarakat dan Negara berlandaskan niat beribadah dengan tulus dan ikhlas.

Perisai yang berbentuk segi lima sama sisi dimaksudkan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama RI yang berdasarkan Pancasila dilindungi sepenuhnya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Kelengkapan makna lambang Kementerian Agama melukiskan motto : Dengan Iman yang teguh dan hati yang suci serta menghayati dan mengamalkan Pancasila yang merupakan tuntutan dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, karyawan Kementerian Agama bertekad bahwa mengabdi kepada Negara adalah Ibadah.

Logo Kementerian Agama Republik Indonesia

(Lambang Kementerian Agama Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor : 717 Tahun 2006)

Website : Kementerian Agama RI

Logo Danareksa

3:10 PM Add Comment
Danareksa is a pioneering Indonesian financial institution and was the first to introduce mutual funds in Indonesia. It was also the first to launch a US Dollar-denominated fixed-income fund and promote syariah-based investments. Today, Danareksa is the only local company to offer direct market access services to clients worldwide and has grown to become the company that has underwritten the most equity and debt placements in Indonesia.

Logo Danareksa
#logo

About Danareksa

The name Danareksa has a profound meaning. “Dana” means fund and “Reksa” means fiduciary. A fiduciary duty is the highest standard of care imposed in either equity or law. A fiduciary is expected to be extremely loyal to the principal to whom they owe the duty. They must not put their own interests before their duty, and must not profit from their position as a fiduciary, unless the principal consents. Because the fiduciary relationship is highlighted by good faith, loyalty and trust, fiduciaries must conduct themselves at a level higher than the norm.

Danareksa embodies the fiduciary trust in its Corporate Values of Integrity, Expertise, Transparency, Accountability and Fairness. A strong investment bank such as Danareksa is a key component of the nation’s overall economic growth and progress strategy. Currently, the national financial industry is still dominated by the corporate and retail banking sectors. Danareksa fills the void that the country needs in its investment banking sector and is crucial in balancing the change from a saving society to an investment society.

At Danareksa, we have the means to unlock long-term domestic resources for investment in sectors critical to Indonesia’s growth by increasing access to affordable alternative financial services. With over 30 years of experience since its founding in 1976 as a state-owned investment bank, Danareksa remains the singular Non Bank Financial Institution wholly owned by the Indonesian government. Over the years, Danareksa has grown into Indonesia’s premier investment bank. Its key businesses are investment banking, equity and debt capital markets, investment management and treasury.

Subsequent to a corporate transformational change program begun in 2001, Danareksa has evolved into a lean and resilient entity focused on its core competencies. Having succeeded in creating a more diverse customer base, Danareksa is confident of a stable and recurring income flow for the future.

Logo Danareksa


Website : Danareksa

Logo BKI (Biro Klasifikasi Indonesia)

8:00 AM Add Comment
Kalau Kita perhatikan Logo BKI ini berbentuk jangkar berwarna biru, kalau kita perhatikan lagi lebih detail pada kedua sisi jangkar terlihat seperti ('males nulisnya') haha. Yang jadi pertanyaan apakah dari pihak manajemen perusahaan terkait atau pihak lainnya tidak melihat keganjilan bentuk logo seperti ini? Mengingat PT BKI adalah perusahaan milik Negara.

Logo BKI (Biro Klasifikasi Indonesia)
#logo

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau disingkat BKI adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang ditunjuk sebagai satu-satunya badan klasifikasi nasional untuk melakukan pengkelasan kapal niaga berbendara Indonesia maupun asing yang secara reguler beroperasi di perairan Indonesia.

Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menjadi badan klasifikasi ke-4 di Asia setelah Jepang, China dan Korea, dan menjadi satu-satunya badan klasifikasi nasional yang bertugas untuk mengklaskan kapal-kapal niaga berbendera Indonesia dan kapa lberbendera asing yang secara reguler beroperasi di perairan Indonesia.

Kegiatan klasifikasi BKI merupakan pengklasifikasian kapal berdasarkan konstruksi lambung, mesin dan listrik kapal dengan tujuan memberikan penilaian teknis atas laik tidaknya kapal tersebut untuk berlayar. Selain itu, BKI juga dipercaya oleh Pemerintah untuk melaksanakansurvei dan sertifikasi statutoria atas nama Pemerintah Republik Indonesia, antara lain Load Line, ISM Code dan ISPS Code.

BKI dibentuk dengan menerapkan standar teknik dalam melakukan kegiatan desain, konstruksi dan surveymarine terkait dengan fasilitas terapung, termasuk kapal dan konstruksi offshore. Standar ini disusun dan dikeluarkan oleh BKI sebagai publikasi teknik. Kapal yang didesain dan dibangun berdasarkan standar BKI akan mendapatkan Sertifikat Klasifikasi dari BKI, di mana penerbitan sertifikat dilakukan setelah BKI menyelesaikan serangkaian survei klasifikasi yang dipersyaratkan.

Sebagai Badan Klasifikasi yang independen dan mengatur diri sendiri, BKI tidak memiliki kepentingan terhadap aspek komersial terkait dengan desain kapal, pembangunan kapal, kepemilikan kapal, operasional kapal, manajemen kapal, perawatan/perbaikan kapal, asuransi atau persewaan. BKI juga melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka peningkatan mutu dan standar teknik yang dipublikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan jasa klasifikasi kapal.

Melihat peningkatan kegiatan dan perkembangan serta prospek usaha yang cukup cerah, pada tahun 1977 Pemerintah RI selaku pemilik BKI mengupayakan peningkatan kemandirian usaha BKI dengan melakukan perubahan status badan organisasi menjadi Perseroan Terbatas, atau PT (Persero) yang diperkuat melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.1 Tahun 1977 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Negara Biro Klasifikasi Indonesia Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).

BKI didirikan untuk menghemat devisa Negara bagi layanan inspeksi kapal-kapal nasional dan mendukung kemandirian dunia industri maritim Indonesia. Melalui dukungan kerja sama dengan Germansicher Lloyd, German, BKI saat ini telah menjadi sebuah badan klasifikasi nasional yang besar. Hingga saat ini, selain kegiatan usaha klasifikasi, BKI juga mengembangkan kegiatannya di bidang jasa Konsultansi dan Supervisi. Berkantor pusat di Jakarta, BKI memiliki jaringan kantor cabang di pelabuhan besar seluruh Indonesia dan Singapura. Selain itu BKI juga memiliki kerja sama dengan Badan Klasifikasi Asing, baik dalam bentuk Mutual Representative maupun Dual Class.

Logo BKI (Biro Klasifikasi Indonesia)


Website : PT. BKI

Logo PT. Bina Karya

8:00 AM Add Comment
PT. Bina Karya (Persero) adalah Perusahaan Jasa Konsultansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai Penyedia Jasa Konsultan multi disiplin Teknik dan Manajemen. Perusahaan ini memiliki cabang di beberapa kota di Indonesia seperti Medan, Pekanbaru, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Ambon, Kupang, dan Palembang.

Logo PT. Bina Karya
#logo

PT. Bina Karya (Persero), mempunyai lingkup usaha yang mencakup bidang :
  • Perencana Umum
  • Desain Teknik
  • Pengawasan Konstruksi
  • Manajemen Konstruksi
  • Manajemen dan Pengembangan Wilayah
  • Pengembangan Masyarakat
  • Enjiniring
  • Pengembangan Bisnis & Investasi Enjiniring
  • Survei dan Penyelidikan
  • Studi dan Analisis Proyek
  • Studi Kelayakan
  • Manajemen
  • Pendidikan dan Pelatihan
  • Penelitian dan Pengembangan


Logo PT. Bina Karya


Website : PT Bina Karya

Logo Bhanda Ghara Reksa (BGR)

8:00 AM Add Comment
PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) adalah suatu badan usaha milik negara (BUMN) yang didirikan tanggal 11 April 1977 berdasarkan Peraturan Pemerintah No.26 tahun 1976.

Bhanda Ghara Reksa (BGR) bergerak di bidang jasa penyewaan dan pengelolaan ruangan dan pengiriman barang. BGR memiliki jaringan yang terdiri dari 9 cabang dan 14 sub cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Disamping jaringan dalam negeri, BGR juga memiliki jaringan internasional di Cina, Hong Kong , Malaysia dan Singapura.

Logo Bhanda Ghara Reksa (BGR)
#logo

Sejarah PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero)

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau selanjutnya disebut BGR didirikan pada tanggal 11 April 1977 sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa pergudangan. Sampai saat ini, 100% sahamnya masih dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Negara BUMN selaku pemegang saham. Gagasan didirikannya BGR berdasarkan adanya kebutuhan badan usaha yang dapat mengelola fasilitas pendukung sarana distribusi pupuk yang memadai berupa fasilitas gudang yang lokasinya menjangkau ke sentra-sentra pertanian. Pada saat itu, pemerintah membangun gudang sebanyak 32 unit yaitu di Jawa, Bali, Kalimantan Selatan melalui Depertemen Perdagangan yang dimulai sejak tahun 1975 sampai dengan tahun 1977.

Bisnis utama BGR adalah menyediakan, menyewakan dan mengelola ruangan gudang, baik tertutup maupun terbuka (open storage) dan menyelenggarakan jasa pergudangan lainnya. Dalam perkembangannya, BGR menambah jasa-jasa trasportasi baik darat maupun udara dan pengurusan eskpor-impor serta mengkombinasikannya dengan jasa pergudangan yang telah ada menjadi paket-paket jasa logistik. Sejalan dengan itu, guna mengambil posisi di dalam persaingan usahanya, BGR melengkapi kegiatannya dengan jasa-jasa penunjang yang relevan yaitu jasa-jasa pest control dan fumigasi. Pada tahun 2004, BGR mengembangkan Collateral Management Service (CMS) yang memberikan laba operasi cukup berarti.

Hingga saat ini, BGR berperan sebagai penyedia jasa pergudangan dan logistik yang memiliki jaringan infrastruktur hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tercatat Kantor Cabang yang dikelola BGR adalah 24 cabang. Pangkal pinang adalah sub cabang termuda yang baru dibuka pada 3 September 2014. Dari sisi fasilitas, saat ini BGR mengelola sekitar 600 gudang yang terdiri dari gudang milik, gudang sewa dan gudang manajemen yang luasnya sekitar 1 juta meter persegi yang tersebar di seluruh Indonesia. Gudang Milik sebanyak 150 unit dengan kapasitas 455.800 ton, Gudang Sewa sebanyak 200 unit dengan kapasitas 756.500 ton dan Gudang Manajemen sebanyak 129 unit dengan kapasitas 342.632 ribu ton.

Perjalanan panjang selama 40 tahun dan kemampuan perusahaan memberikan kontribusi yang positif kepada para pemangku kepentingannya telah membuktikan bahwa BGR menjadi perusahaan yang handal.

Makna Logo BGR



Makna Logo Bhanda Ghara Reksa (BGR)

Logo BGR yang menyerupai piramida (segitiga) artinya:

Manajemen yang baik berbentuk piramida (segitiga) dengan top manajemen di puncak serta organisasi dibawahnya yang berkembang diseluruh Indonesia dan Luar Negeri.

Sifat dan Sikap Insan BGR:

  • Anak panah menurun : kreatif, produktif, disiplin, tegas, lugas, ofensif, ulet, jujur/lurus, loyal digambarkan sebagai anak panah.
  • Anak panah kesamping kiri : Sikap fleksibel atau luwes dalam dunia usaha, digambarkan dalam bentuk lekuk-lekuk yang tidak tajam.
  • Anak panah dari segala penjuru : Selalu siap dan mampu mengatasi permasalahan, mencari jalan keluar yang baik dan benar bagi pelanggan dan masyarakat (selalu dapat dicari jalan keluar)

Pergudangan

  • Anak panah keatas : Sokoguru kegiatan BGR, digambarkan dalam bentuk atap gudang dengan satu tiang (Soko) penyangga.
  • Tiga anak panah dari segala penjuru: Gudang Milik, Gudang Sewa dan Gudang Manajemen merupakan pergudangan yang abadi.

Kegiatan Akumulasi (Konsolidasi)

  • Akumulasi
    Dalam bentuk pusat-pusat pergudangan maupun depo container yang berfungsi sebagai tempat akumulasi/ konsolidasi barang (cargo terminal) dan container freight station (CFS) baik untuk tujuan ekspor maupun konsumsi dalam negeri digambarkan dengan sasaran ketiga anak kesatu pusat.
  • Distribusi
    Disamping dalam kegiatan jasa meng-akumulasi/ mengkonsolidasi barang, maka kegiatan jasa mendistribusikan/ menyebarkan barang untuk konsumsi Dalam Negeri yang berasal dari pelabuhan, pusat/ tempat produksi maupun tempat akumulasi/ konsolidasi, digambarkan dari titik pusat ketepi-tepi logo.

Transportasi/ Freight Forwarder/MTO (Multi Transport Operator)

Kegiatan ini meliputi berbagai sarana transportasi darat. laut dan udara.
  • Darat: Digambarkan dalam bentuk anak panah kesampingn kanan (digambarkan dalam bentuk rambu-rambu penunjuk jalan).
  • Laut : Digambarkan dalam bentuk jangkar (panah diatas)
  • Udara : Digambarkan dalam bentuk badan dan sayap pesawat udara.

Wilayah Kerja

  • Indonesia yang terletak didaerah khatulistiwa diantara benua dan samudera besar yang berarti dipersimpangan yang sangat strategi, maka wilayah kegiatan usahanya tidak semata bersifat Nasional tetapi juga Internasional. Hal ini digambarkan dalam bentuk globe/ bola dunia.
  • Wilayah Indonesia pada saat ini dibagi menjadi 3 (tiga) wilayahwaktu, yaitu Timur, Tengah dan Barat, yang semuanya harus mendapatkan perhatian yang sama.Hal ini digambarkan dalam bentuk 3 (tiga) batang panah.
  • 3 (tiga) batang anak panah tersebut menggambarkan pula adanya developed dan under developed countries serta Negara yang sedang berkembang.
  • Sportif, digambarkan dalam bentuk bola (Globe)

Kemudahan Dikenal

Huruf "BGR" disamping Logo/ Lambang/ Simbol adalah cara mempermudah dikenal dan diingat oleh dunia usaha.

Logo Bhanda Ghara Reksa (BGR)


Website : PT BGR Indonesia

Logo Balai Pustaka

7:00 AM Add Comment
Kali ini 237 design menyajikan logo Balai Pustaka. Setelah search di gooogle dengan keyword logo balai pustaka ternyata terdapat dua buah logo yang masing-masing berbeda bentuknya. Logo yang pertama hanya berupa lettermark 'bp' dan di bawahnya terdapat sebuah lambang buku yang terbuka. Logo Balai Pustaka kedua berupa Pictorial Mark membentuk letter 'b' atau mungkin juga 'p'. Berikut Logo Balai Pustaka,

Logo Balai Pustaka

Logo Balai Pustaka
#logo

Sekilas Tentang Balai Pustaka

Balai Pustaka (Ejaan Van Ophuijsen: Balai Poestaka, bahasa Jawa ejaan lama: Balé Poestaka) adalah sebuah perusahaan penerbitan dan percetakan milik negara. Balai Pustaka didirikan dengan nama Commissie voor de Inlansche School en Volkslectuur (bahasa Belanda: "Komisi untuk Bacaan Rakyat") oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 14 September 1908. Kantoor voor de Volkslectuur atau lebih dikenal dengan nama "Balai Poestaka" pada tanggal 17 September 1917. Balai Pustaka menerbitkan kira-kira 350 judul buku per tahun yang meliputi kamus, buku referensi, keterampilan, sastra, sosial, politik, agama, ekonomi, dan penyuluhan.

Balai Pustaka resmi berdiri pada 22 September 1917 sebagai kelanjutan Commisie voor Inlandsche Scool en volklechtuur yang dibentuk 14 September 1908. Puluhan buku dan majalah diterbitkan saat itu dalam bahasa Melayu dan berbagai bahasa daerah yaitu Jawa, Sunda, Madura, Batak, Aceh, Bugis, dan Makassar, dan ditulis dalam bahasa Melayu, Latin, Jawa, maupun Arab.

Para sastrawan dan tokoh pergerakan seperti Abdoel Moeis memanfaatkannya untuk membangkitkan kesadaran kebangsaan hingga lahir Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Budayawan Marah Rusli, Muhammad Yamin, Idrus, Hamka, hingga STA juga menyebarkan pikiran kebangsaan melalui lembaga ini.

Sebelum merdeka, Balai Pustaka telah membangun sekitar 2.800 Taman Bacaan Rakyat. Selanjutnya Balai Pustaka menjadi pilar sastra dan budaya bangsa yang melibatkan sosok seperti H.B. Jassin hingga Achdiat K. Mihardja, juga menjadi sarana Negara untuk menyediakan buku-buku pendidikan.

Balai Pustaka juga melakukan transformasi yang meneguhkan kembali Balai Pustaka sebagai korporasi pelestari dan pengembang budaya. Sebuah posisi yang juga berperan membangun karakter bangsa. Di sinilah kontribusi Balai Pustaka sebagai institusi “warisan budaya” bangsa dalam mengantarkan Indonesia pada masa depan yang jaya.
Logo Balai Pustaka


Logo Balai Pustaka


Website : Balai Pustaka

Logo Barata Indonesia

7:00 AM Add Comment
Kali ini 237 design menyajikan logo Barata Indonesia yang merupakan salah satu dari sekian banyak BUMN yang ada di Indonesia. Logo Barata Indonesia yang berupa Lettermark ini terlihat sederhana hanya sebuah tulisan yang melambangkan logo. Berikut penampakan logo Barata Indonesia,

Logo Barata Indonesia
#logo

Sekilas tentang PT Barata Indonesia

Barata Indonesia adalah BUMN yang bergerak di bidang jasa Engineering, Procurement, Construction (EPC), konstruksi dan manufaktur.

PT Barata Indonesia (Persero) mengalami beberapa tahapan transformasi sejak berdiri. Berawal dari cikal bakal Perseroan “NV BRAAT” pada tahun 1924 hingga saat ini telah terjadi perubahan-perubahan yang cukup signifikan namun masih memiliki benang merah bidang usaha yang menjadi unggulan bagi Perseroan.

Milestone Transformasi PT Barata Indonesia (Perseo) dijelaskan sebagai berikut :

Era 1901- 1961

1901 NV Braat Machine Fabriek berdiri dengan fokus penyedia fasilitas perawatan pabrik-pabrik gula di Jawa Timur. Tahun 1901. Tahun 1961 kemudian di nasionalisasi dan berubah nama menjadi PN Barata 1920 Machine Fabriek & Werf Molen Fliet berdiri dengan fokus hampir sama yaitu penyedia jasa peralatan pabrik gula di luar Jawa Timur. Tahun 1961 juga dinasionalisasi dan berubah nama menjadi PN Sabang Merauke

Era 1961- 1971

Tiga Perusahaan Nasional PN Barata, PN Sabang Merauke dan PN Peprida dijadikan satu menjadi PT Barata Metalworks & Engineering. Lini usaha utama diperluas menjadi perawatan pabrik gula, produsen mesin pengolah hasil perkebunan, fabrikasi dan instalasi konstruksi baja, produsen mesin penggilas jalan, serta jasa instalasi proyek-proyek industri dasar

Era 1974- 1976

Pada tahun 1974-1976 dilengkapi dengan pabrik pengecoran besi dan baja di pabrik Gresik dan Jakarta dan mulai memasuki pembangunan peralatan pelabuhan, peralatan bandar udara dan pembangkit listrik

Era 1987- 1998

Dilakukan peremajaan mesin-mesin produksi (Proyek P2SP) Pada 1989 perseroan dikelola oleh Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) melalui Keppres no 40 tahun 1989 Pada 1998 Perseroan menjadi anak perusahaan PT Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero) dengan keputusan Meneg Pendayagunaan BUMN no. Kep.036/M-PUBMN/98 tanggal 7 Agustus 1998

Era 2002 – Saat ini

Perseroan kembali dibawah pengelolaan Kementerian BUMN setelah PT BPIS dilikuidasi, hingga saat ini.

Logo Barata Indonesia


Website : PT Barata Indonesia