Logo Universitas Jambi
Universitas Jambi (disingkat UNJA) adalah perguruan tinggi negeri yang berada di provinsi Jambi, Indonesia. Berdiri pada 23 Maret 1963 yang di pimpin oleh Kolonel M. Joesoef Singedekane sebagai ketua presidium dan baru di pimpin oleh rektor pertamanya, Prof. Drs. H. Kemas Mohamad Saleh pada tahun 1977.
Arti Lambang Universitas Jambi
Lambang Universitas Jambi adalah seekor angsa putih yang sedang mengembangkan sayapnya di dalam segi lima dengan latar belakang warna dasar pinang masak dan berisikan tulisan Universitas Jambi, sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan yang menjunjung tinggi moral dan etika. Menurut riwayatnya ada dua ekor angsa putih yang dipakai oleh Raja Jambi dahulu kala sebagai petunjuk tempat lokasi bagui pendiri sebuah kota.
Konon oleh Raja, kedua angsa putih itu lepas di Sungai Batanghari, kemudian mendarat di suatu tempat tertentu yang menurut legenda tempat tersebut adalah tempat di mana masjid Agung Al Falah sekarang ini berada.
Di tempat tersebut kemudian dibangun sebuah kota, sebagai pusat kerajaan yang diberi nama Jambi. Konon nama Jambi berasal dari kata “Jambe” yang berarti “Pinang” yang merupakan nama seorang Ratu yang bertahta yaitu Puti Selaras Puinang Masak.
Unsur yang terdapat pada lambang mengandung makna:
- Dasar lambang adalah segi lima beraturan yang melambangkan Pancasila;
- Seekor Angsa Putih yang sedang mengembangkan sayapnya di dalam segi lima, berarti sebagai lambang penemuan sesuai dengan riwayat asal usul pendirian Kota Jambi;
- Jumlah bulu sayap kiri Angsa Putih sebanyak delapan helai, berarti sebagai puncak Undang Nan Delapan, Yaitu: undang-undang adat Jambi yang mengandung pantangan/larangan;
- Jumlah bulu sayap kanan Angsa Putih sebanyak sembilan helai, berarti sebagai Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, yaitu: adanya anak sungai yang mengalir dibawah kekuasaan Jambi yaitu: Batang Merangin, Mesumbai, Tabir, Pelepat, Asai, Tebo, Bungo, Jujuhan dan Tembesi;
- Bulu badan dan Bulu penyambung berjumlah dua belas helai, berarti sebagai anak Undang Nan Dua Belas dan Masyarakat Jambi yang terdiri dari dua belas Orang yang disebut juga dengan Perisai Dua Belas;
- Di paruh angsa putih terdapat sebilah keris Siginjai, berarti lambang kesatriaan;
- Di bawah leher angsa putih terdapat tiga buah puncak yang menjadi satu dengan dasar sebuah lengkung di bawahnya, pada puncak yang di tengah terdapat sebuah neraca yang berarti sebagai Undang-Undang Hukum, yaitu Undang-Undang Adat Daerah Jambi yang menentukan berat ringannya hukuman.
Download
Download
Sejarah Lengkap Universitas Jambi
Deskripsi: Meskipun lambang Universitas Jambi (UNJA) sarat dengan makna filosofis dan legenda lokal, sejarah berdirinya universitas ini sendiri merupakan perjalanan panjang dari sebuah akademi swasta hingga menjadi perguruan tinggi negeri yang disegani di Provinsi Jambi. Berikut adalah kronologi lengkap perjalanan UNJA dari masa ke masa.
1. Cikal Bakal: Akademi Perniagaan Djambi (1960)
Sejarah Universitas Jambi tidak dimulai dari statusnya sebagai perguruan tinggi negeri. Cikal bakal UNJA sesungguhnya bermula dari sebuah perguruan tinggi swasta bernama Akademi Perniagaan Djambi yang didirikan pada tahun 1960 . Akademi ini berada di bawah naungan Jajasan Perguruan Tinggi Djambi yang dibentuk oleh tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, dengan R. Soedarsono (Walikota Jambi saat itu) sebagai ketua .
Pada tahun 1961, Akademi Perniagaan Djambi berubah status menjadi **Fakultas Ekonomi**, dan pada saat yang bersamaan dibuka pula **Fakultas Hukum**. Kedua fakultas ini pada awalnya berafiliasi ke Universitas Indonesia .
2. Pendirian Universitas Negeri Telanaipura (UNT) (1962–1963)
Berbekal dua fakultas tersebut, para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah Jambi memperjuangkan berdirinya sebuah universitas negeri. Melalui Keputusan Menteri PTIP Nomor 105 Tahun 1962 tanggal 15 Agustus 1962, dibentuklah Panitia Persiapan Pendirian Universitas Negeri Telanaipura (UNT) yang diketuai oleh Kolonel M. J. Singedekane, Gubernur Provinsi Jambi saat itu .
Panitia ini kemudian membuka dua fakultas baru, yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan. Hasilnya, pada tanggal 1 April 1963, UNT resmi diresmikan dengan empat fakultas: Ekonomi, Hukum, Pertanian, dan Peternakan. Tanggal 1 April inilah yang hingga kini diperingati sebagai Dies Natalis UNJA.
3. Perubahan Nama Menjadi Universitas Jambi (1966–1982)
Pada tahun 1966, terbit Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 148 Tahun 1966 yang menetapkan berdirinya universitas ini dengan nama **Universitas Jambi** . Namun, karena surat keputusan tersebut tidak sampai ke Jambi, universitas ini untuk sementara waktu tetap menggunakan nama Universitas Negeri Jambi (UNJA) .
Baru pada tahun 1982, melalui Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1982, nama Universitas Jambi resmi digunakan secara definitif. Pada periode yang sama, dibuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai fakultas kelima.
4. Masa Kepemimpinan: Dari Presidium ke Rektorat
Selama periode 1963 hingga 1977, UNJA dipimpin oleh sebuah Presidium yang diketuai oleh Kolonel M. J. Singedekane (1963–1966), dilanjutkan oleh H. Abdul Manap (1966–1968), R.M. Nur Atmadibrata (1968–1974), dan Djamaluddin Tambunan, S.H. (1974–1977) .
Sistem presidium berakhir pada tahun 1977 ketika **Prof. Drs. H. Kemas Mohamad Saleh** diangkat sebagai Pejabat Rektor, dan pada tahun 1980 resmi menjadi Rektor pertama UNJA. Sejak saat itu, UNJA dipimpin oleh seorang Rektor hingga sekarang.
5. Perkembangan Fakultas dan Program Studi
Seiring berjalannya waktu, UNJA terus berkembang. Pada tahun 2014, melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2014, dibentuk Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), serta Program Pascasarjana.
Saat ini, Universitas Jambi memiliki berbagai fakultas dan program studi yang mencakup bidang akademik, vokasi, dan profesi, dengan visi menuju **World Class Entrepreneurship University** berbasis agroindustri dan lingkungan. ---
Kesimpulan: Lambang UNJA dengan angsa putih dan pinang masak bukan hanya sekadar simbol budaya, melainkan representasi dari perjalanan panjang sebuah institusi yang tumbuh dari akar lokal Jambi menjadi universitas negeri yang berdaya saing. Sejarah lengkap ini menunjukkan bahwa UNJA dibangun atas prakarsa dan perjuangan tokoh-tokoh daerah, sejalan dengan semangat yang terkandung dalam lambangnya.

